Yaman 23/11/2017 – Sebuah laporan baru dari Famine Early Warning System Network memperingatkan bahwa jika blokade terus berlanjut dari pelabuhan-pelabuhan Yaman Utara, maka hal itu akan menyebabkan cepatnya laju penurunan keamanan pangan, dan dengan cepat menyebabkan kematian ribuan orang setiap hari.

Laporan tersebut telah menempatkan 15 juta orang di Yaman, yang merupakan lebih dari setengah dari total jumlah penduduk negara, berada dalam tingkat “krisis” kerawanan pangan atau lebih buruk lagi. Laporan Palang Merah Internasional secara terpisah memperingatkan 2,5 juta orang tidak memiliki akses terhadap air bersih pada saat ini.

Kurangnya air bersih telah menyebabkan epidemi kolera yang diyakini termasuk di antara yang terburuk dalam sejarah manusia, dan kemungkinannya akan menjadi lebih buruk lagi. Ribuan orang telah meninggal akibat epidemi ini.

Ketika orang-orang telah sekarat akibat serangan udara Saudi, kolera dan persediaan obat-obatan yang menipis, risiko kelaparan mengancam akan membunuh sebagian besar populasi Yaman, yang menyebabkan krisis dalam satu generasi.

Yaman mengimpor lebih dari 90% makanannya pada waktu damai, dan blokade yang dipimpin oleh Saudi tampaknya bermaksud memanfaatkan fakta tersebut, dengan menggunakan kelaparan massal sebagai senjata perang.

 

Sumber : antiwar.com