Ratidong, Seorang pria Rohingya dan kedua putranya dibunuh secara brutal oleh ekstrimis Rakhine yang didukung oleh militer Myamar di Kotapraja Ratidong pada hari Ahad (30 Juli); menurut sumber terpercaya, ektrimis tersebut juga menculik dua orang Rohingya di hari yang sama.

Ekstrimis Rakhine bersama Militer dan polisi Myanmar, berjumlah 700 orang, melakukan penggerebekan di dusun Chut Pyin desa Attet Nan Yar di Ratidong pada hari Ahad dan menangkap dua orang laki-laki di desa tersebut, mereka adalah Sayidullah dan Inayatullaah.

Menurut laporan warga setempat, dua orang tersebut diperlakukan sangat tidak manusiawi dan disiksa dihadapan penduduk desa lainnya. Dalam keadaan mata tertutup, mereka dibawa oleh para ekstrimis dan tidak pernah kembali ke rumah setelahnya.

Pada hari yang sama, seorang petani Rohingya bernama Iman Husein dan kedua puteranya, Nurul Hakim (22) dan Nur Alam (18) dibunuh secara sadis oleh ekstrimis Rakhine yang didukung oleh militer Myanmar. Mereka ditangkap saat bekerja di ladang pertanian milik mereka dan dibawa ke Sungai Zaydi Pyin, kemudian di eksekusi oleh para ekstrimis dengan cara yang sangat tidak manusiawi. Jasad mereka ditemukan dalam kondisi tanpa kepala dengan tusukan senjata tajam disekujur tubuhnya.

“Jasad mereka ditinggalkan ditempat di mana mereka dibunuh dan penduduk desa tidak diizinkan untuk mengambil jasadnya dan mengurus pemakamannya,” kata seorang pria yang tidak mau disebut namanya.

Sumber kami telah menambahkan bahwa militer Myanmar sejak saat itu, merencanakan untuk menggambarkan pembunuhan brutal – dengan mengaitkan mayat mereka dengan beberapa gambar acak dari bungkusan, tempat tidur dan pot masak dll – seperti beberapa teroris meninggal saat mereka Bertempur di antara mereka sendiri.

Dilaporkan oleh MYARF; Disunting oleh M.S. Anwar