Idlib – Sedikitnya 17 warga sipil, termasuk enam anak, tewas dan 25 lainnya luka-luka akibat serangan udara militer Suriah ke pemukiman di kota-kota Binish, Ram Hamadan dan Ariha di pedesaan Idlib pada Ahad (10/06). Serangan udara rezim juga menargetkan rumah sakit anak di kota Taftanaz sehingga menyebabkan rumah sakit tersebut tak bisa beroperasi kembali.

Ambulan yang tertimbun reruntuhan akibat serangan brutal rezim Asad yang menargetkan Rumah Sakit Anak di Idlib

Gempuran ke kawasan sipil ini masih terjadi meski daerah-daerah tersebut masuk dalam zona de-eskalasi yang disepakati dalam rangkaian konferensi Astana. Rezim Assad paling banyak melakukan pelanggaran dalam kesepakatan yang dijamin oleh sekutunya, Rusia dan Iran, serta negara pendukung oposisi, Turki.

Petugas White Helmets di Idlib melaporkan bahwa rumah sakit anak An-Nur di Tiftaz menjadi sasaran serangan udara. Sejumlah korban tewas dan luka-luka jatuh, namun belum diketahui jumlahnya.

Lembaga kemanusiaan itu menambahkan bahwa tim yang berkompeten telah mengevakuasi para korban luka ke pusat medis terdekat. Saat ini berita ini diturunkan, para relawan White Helmets terus bekerja mencari korban di balik reruntuhan.

Keadaan Idlib pasca serangan brutal yang dilakukan rezim Asad.

Provinsi Idlib menyaksikan eskalasi militer dalam beberapa hari terakhir, di mana pesawat tempur Rusia mengebom kota Zardana, yang menewaskan 50 orang dan lusinan orang terluka, menurut pertahanan sipil.

Kementerian Pertahanan Rusia tidak mengakui pesawatnya menargetkan Zardana. Seperti biasa, Moskow menuduh faksi-faksi oposisi yang menyerang, namun oposisi membantah keras. Sementara banyak pihak menduga itu serangan rezim Suriah.

Dalam konteks ini, koresponden Al-Jazeera di Idlib, Sahib, melaporkan terjadi pertempuran pada Ahad pagi di kota Al-Fuah, kota Syiah di pedesaan Idlib pro rezim Assad. Pejuang oposisi menyerang kota itu sebagai balasan atas serangan di Zardana.

Rezim menanggapi serangan itu dengan membom beberapa daerah pedesaan Idlib secara membabi buta, yang menewaskan puluhan orang.

Sumber: kiblat.net