Belum hilang dari ingatan kita akan serangan sadis dan brutal yang dilancarkan pemerintah Asad dan sekutunya di Ghutoh Timur, Damaskus, beberapa tahun lalu. Dimana Asad menggunakan senjata kimia beracun untuk membunuh rakyat sipil yang saat itu korban berjumlah lebih dari seribu orang, termasuk anak-anak, wanita dan orangtua yang tidak ikut dalam peperangan yang sedang terjadi.

Korban anak-anak akibat serangan gas beracun yang dilancarkan rezim asad ke wilayah Khan Syaikhon, Idlib, Suriah

Dan kini, kembali rezim Asad menggunakan senjata kimia untuk membunuh rakyat Suriah yang berada di Khan Syaikhon, jumlah korban tewas sampai saat ini terhitung 58 termasuk 11 orang anak-anak, adapun dari pihak oposisi melaporkan bahwa korban berjumlah lebih dari 100 orang. Menurut warga setempat, serangan kimia beracun yang berbentuk gas tersebut terjadi selasa pagi (4/4) dimana mereka mendengar suara pesawat yang diiringi dengan beberapa suara ledakan keras yang kemudian membuat orang-orang yang terkena efek gas tersebut, berhamburan keluar rumah, sebagian langsung berjatuhan ketanah akibat tidak tahan dengan efek dari gas yang mereka hirup.

RAkyat Suriah yang menjadi korban akibat serangan gas beracun yang dilancarkan rezim Asad

Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah membeberkan bahwa efek dari serangan gas ini telah menyebabkan banyak orang tersedak dan pingsan. Tidak sedikit korban juga dari para relawan yang membantu penduduk yang terkena gas beracun tersebut. Perlu diketahui, gas sarin merupakan salah satu senjata kimia berbahaya yang menyerang fungsi sistem syafaf seseorang dan bisa membunuh seseorang walau hanya sebesar ujung jarum.

Seperti senjata kimia lainnya, sarin dilarang di bawah Konvensi Senjata Kimia tahun 1993, yang berarti bahwa negara penandatangan tidak boleh memproduksi, menimbun, meneliti, menjual, atau menggunakan gas ini.