Hingga saat ini, setidaknya 200 warga sipil tewas terbunuh akibat serangan yang dilancarkan oleh Myanmar di tiga kota di wilayah Arakan, yaitu Maungdaw, Ratidong dan Butingdong. Banyaknya korban sipil berjatuhan akibat serangan brutal tentara Myanmar yang tidak mengenal target sasarannya.

Selain itu, mereka juga mengusir penduduk setempat dan menguasai wilayah tersebut. Setelah sebelumnya tentara yang dibantu oleh ekstrimis Rakhine itu melakukan pembakaran terhadap rumah-rumah warga dan memaksa mereka meninggalkan tempat tinggalnya.

Di Kotapraja Ratidong saja, 700 rumah Rohingya di desa Chein Khali, 200 tempat penampungan di kamp pengungsi ‘Chein Hali’ habis dibakar oleh pasukan gabungan militer, tentara perbatasan dan ekstremis Rakhine. Begitu juga terjadi di Desa Zaydi Pyin, setelah diblokade oleh ekstremis Rakhine selama lebih dari tiga pekan, tidak luput dari pembakaran dan pengrusakan yang memaksa seluruh penduduk yang ada didalamnya pergi menyelamatkan nyawa mereka setelah menyerahkan properti mereka kepada ekstrimis tentunya.

“Saat ini daerah kami mengalami kekacauan yang parah, para ekstrimis tersebut membakar rumah dan menyita semua properti serta memaksa kami meninggalkan rumah. Kami benar-benar mengungsi sekarang dan tidak tahu harus kemana kami pergi.” kata warga dari Zaydi Pyin yang dihubungi melalui telepon.

Ribuan penduduk Rohingya di Ratidong saat ini melarikan diri dan bersembunyi di hutan-hutan terdekat. Hidup mereka dipuncak bahayanya karena tentara Myanmar dapat menyerang dan membunuh mereka kapan saja. Tidaka ada lagi tempat aman bagi mereka.

Desa-Desa Rohingya yang masih berada dibawah tekanan tentara Myanmar lainnya sebagaimana berikut;
1) Kwan Thi Pin, 2) Mi Htaik Chaung Wa, 3) Nat Chaung, 4) Taman Thar, 5) Zee Pin Chaung, 6) Lon Doong, 7) Zin Paing Nya, 8) Ye Myet Taung, 9) Kyi Kan Pyin, 10) Tharay Kun Baung, 11) Pa Nyaung Pin Gyi, 12) Padin, 13) Alay Than Kyaw, 14) Thawan Chaung, 15) Thinbaw Kwe, 16) Udaung, 17) Myint Hlut, 18) Taung Bazaar, 19 ) Phaung Daw Pyin dan banyak desa lainnya juga mendapat serangan.

Hari ini, lebih dari 50.000 warga sipil dilaporkan telah mengungsi di tiga kotapraja wilayah Arakan. Dalam keadaan genting seperti ini, intervensi kemanusiaan  dari dunia internasional amat diperlukan. Dan bantuan dari negara tetangga yang dekat, lebih utama lagi. semoga mereka yang tertindas mendapat haknya secara pantas. asr/hs/dariberbagaisumber