Kemarin pagi, tim HASI bersama dengan Pak Rusli membongkar dan memeriksa isi paket yang malam sebelumnya kami ambil di agen salah satu jasa pengiriman di Indonesia. Pak Rusli adalah pemilik rumah didesa Rhieng Krueng yang banyak membantu tim HASI dalam menjalankan program kemanusiaan disana, selain itu rumah beliau juga dijadikan basecamp tim HASI selama bertugas didesa tersebut.

Tim HASI saat serah terima bantuan

Tim HASI saat serah terima bantuan

Adapun paket yang berisi keperluan sandang seperti pakaian, sandal dan lain sebagainya adalah bantuan dari masyarakat yang dititipkan melalui HASI untuk disalurkan kepada korban gempa di Aceh. Ini adalah bantuan kedua selain obat-obatan yang disalurkan HASI, setelah sebelumnya 1000 helai mukena diberikan kepada wanita-wanita muslimah yang ada ditenda-tenda pengungsi.

Bantuan berupa pakaian, sprei dan sandal untuk korban gempa aceh

Bantuan berupa pakaian, sprei dan sandal untuk korban gempa aceh

Setelah selesai memeriksa dan menghitung jumlah bantuan yang ada serta mempertimbangkan antara jumlah barang dengan jumlah pengungsi di Desa Rhieng Krueng, diputuskan hanya bantuan berupa pakaian yang dibagikan di sana. Adapun sisanya akan dibagikan ke beberapa tempat disekitar desa Rhieng Krueng.

Saat tim HASI mendistribusikan bantuan kepada warga korban gempa aceh

Saat tim HASI mendistribusikan bantuan kepada warga korban gempa aceh

Dengan disaksikan kepala desa dan warga setempat, penyerahan bantuan pun dilakukan.

Posko HASI Pindah Tempat

Setelah selesai dengan urusan distribusi bantuan, tim HASI menuju salah satu gedung Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang juga masih di desa Rhieng Krueng, Meureudu, Pidie Jaya. Gedung ini akan dijadikan Posko Kesehatan HASI, karena posko sebelumnya menggunakan salah satu ruang kelas milik SDN 1 Meureudu dan mulai besok kelas tersebut akan kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Relawan HASI saat merapikan obat-obatan di Posko baru

Relawan HASI saat merapikan obat-obatan di Posko baru

Di gedung baru ini, tim HASI harus berbenah dulu sebelum digunakan sebab kondisinya yang masih berantakan dan kotor setelah beberapa lama tidak digunakan. Setelah bersih dan tertata dengan baik, maka tim HASI segera membuka pelayanan kesehatan. Tidak banyak pasien pada sore hari itu, karena pelayanan hanya buka sampai waktu maghrib.

Semoga dengan posko yang baru ini, menambah semangat tim untuk bekerja dan para dermawan untuk membantu. Juga memberikan semangat kepada para korban gempa bahwa disana masih banyak yang peduli akan nasib mereka. (Hr/hasi)