Hampir 400.000 warga sipil terjebak tentara Suriah dan sekutunya membombardir distrik Ghouta Timur yang terkepung dengan serangan udara dan artileri.

Pasukan darat telah dikerahkan untuk menghabisi para pejuang Suriah yang telah menguasai daerah tersebut selama kurang lebih lima tahun.

Inilah yang terjadi – dan mengapa:

Apa yang terjadi?

  • Pengepungan: Ghouta Timur dikepung oleh pemerintah Suriah sejak 2013, dan merupakan kubu pemberontak terakhir di dekat ibu kota.
  • Kekurangan makanan dan obat-obatan yang parah menyebabkan Ghouta Timur menghadapi kasus-kasus malnutrisi yang berat.
  • Zona eskalasi: Turki, Rusia dan Iran sepakat pada tahun 2017 untuk menunjuk Ghouta Timur sebuah “zona de-eskalasi”, di mana jet tempur Suriah dan Rusia tidak diizinkan terbang diwilayah tersebut.
  • Pengeboman tanpa henti: Tetapi kesepakatan tersebut dilanggar oleh pasukan Suriah dan sekutunya yaitu Iran dan Rusia dimana ada hari Minggu, 19 Februari, pasukan Suriah yang didukung oleh pesawat tempur Rusia meningkatkan serangan terhadap Ghouta Timur dengan pemboman tanpa henti yang menewaskan ratusan orang dalam beberapa hari.
  • Pemboman tersebut, yang menurut Amnesty International merupakan kejahatan perang, telah merusak atau menghancurkan enam rumah sakit dan pusat medis di seluruh kota, kata penduduk.
  • Resolusi PBB: Pada hari Sabtu, 25 Februari, Dewan Keamanan PBB – termasuk Rusia – memilih sebuah resolusi yang menyerukan gencatan senjata 30 hari “tanpa penundaan”.
  • Serangan darat: Juga pada hari Minggu, pasukan Suriah melancarkan serangan masif di tepi Ghouta Timur untuk memuluskan kekuatan darat mereka masuk.
  • Hingga Minggu, 26 Februari, pasukan rezim Suriah belum berhasil merebut sejengkal tanah pun di Ghouta, kata reporter Al Jazeera, Zeina Khodr.
  • Pasukan rezim diduga telah menggunakan bom mortar, bom barel, bom cluster, dan amunisi berat yang mampu menembus bunker.
  • Gas klorin: Pembela Pertahanan Sipil Suriah mengatakan bahwa korban di Ghouta Timur menunjukkan gejala “konsisten dengan paparan gas klorin beracun”.
  • Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa dugaan penggunaan gas klorin adalah ‘cerita palsu.
  • Evakuasi: Mulai hari Selasa, warga sipil akan diizinkan untuk keluar dari Ghouta Timur melalui jalur kemanusiaan selama jeda lima jam sehari yang diumumkan oleh Rusia.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu membuat pengumuman tentang “jeda”, dengan mengatakan bahwa hal itu akan berlangsung dari pukul 09:00 sampai 14:00 waktu setempat (07: 00-12: 00 GMT) setiap hari.

Mengapa Ghouta Timur?

  • Ghouta Timur berjarak sekitar 10km timur Damaskus pusat.
  • Karena begitu dekat dengan ibu kota, penting bagi pemerintah Suriah untuk merebut kembali daerah tersebut dari para pejuang.
  • Distrik seluas 104 kilometer persegi ini adalah rumah bagi sekitar 400.000 warga sipil, setengahnya adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun.
  • Pada bulan Maret, perang di Suriah telah memasuki tahun ke-8, dengan lebih dari 465.000 orang Suriah terbunuh dan lebih dari 12 juta orang mengungsi dari rumah mereka.

Berapa jumlah korban?

  • Pada hari Senin, 561 warga sipil telah terbunuh di Ghouta Timur, sebagaimana dilaporkan oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
  • 185 anak-anak dan 109 wanita terbunuh dalam tiga bulan terakhir, menurut kantor berita Anadolu.

sumber: aljazeeranews