Sedikitnya 150 warga sipil dengan kasus darurat yang membutuhkan perawatan medis telah dievakuasi dari Ghouta Timur, medan tempur utama saat ini antara para pejuang dan rezim Asad dalam perang tujuh tahun Suriah.

Pasien dievakuasi oleh Bulan Sabit Merah Suriah di bawah pengawasan PBB [Ammar Sab / Anadolu]

Mereka dievakuasi pada hari Selasa di bawah kesepakatan antara Jaish al-Islam, salah satu kelompok oposisi terbesar di wilayah tersebut, dan Rusia – sekutu utama pemerintah Suriah.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) -sebuah monitor perang yang berbasis di Inggris- para pengungsi dibawa ke tempat penampungan di bawah kendali pemerintah di bagian lain kota Damaskus.

Daerah tersebut, yang merupakan pinggiran kota ibukota, Damaskus, tempat pemerintahan Presiden Bashar al-Assad berada, dikepung oleh pasukan Suriah terakhir sejak pertengahan 2013.

Ghouta Timur, yang menampung 400.000 orang, telah mendapat sorotan internasional dalam beberapa pekan terakhir karena penderitaan warga sipil sepanjang kampanye pemerintah yang intensif untuk mengambil kendali dari oposisi bersenjata.

Sejak dimulainya kampanye pada 18 Februari, setidaknya 1.196 warga sipil terbunuh akibat serangan bom brutal dan serangan udara membabi buta setiap harinya oleh pemerintah Suriah dan Rusia, menurut SOHR. Angka tersebut mencakup 245 anak dan 164 wanita. Sedikitnya 4.600 lainnya terluka.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengatakan bahwa setidaknya 1.000 warga sakit dan terluka di Ghouta Timur membutuhkan perhatian medis yang dapat menyelamatkan nyawa mereka.

Evakuasi terjadi saat pemerintah Suriah melakukan serangan besar-besaran di Ghouta Timur pada salah satu serangan mematikan melawan oposisi sejak pertempuran Aleppo ditahun 2016, ketika para oposisi mengalami kekalahan mereka dalam perang tersebut.

Pasukan pemerintah Suriah telah menguasai lebih dari setengah Ghouta Timur, sehingga membuat mereka memotong jalur menuju kota-kota Douma dan Harasta satu sama lain dan dari kota-kota tetangga lainnya.

Evakuasi para pejuang
Secara terpisah, setidaknya 1.000 pejuang dan keluarga mereka dievakuasi dari distrik Qadam, sebuah lingkungan di bagian selatan Damaskus, pada hari Selasa, menurut SOHR.

“Para pejuang dan anggota keluarga mereka berjumlah sekitar 1.300, mereka dipindahkan ke daerah-daerah yang mendapat kontrol oposisi seperti Idlib, dan Jarabulus,” kata Rami Abdel Rahman kepada Al Jazeera.

Menurut Abdel Rahman, para pejuang tersebut terutama berasal dari Hai’at Tahrir Syam (HTS) (Kelompok Pejuang untuk Pembebasan Syam)

Pejuang di Ghouta Timur, bagaimanapun, telah bersumpah untuk menolak upaya evakuasi dan melanjutkan pertempuran mereka melawan kekuatan Presiden Assad, sampai ia tumbang.

sumber: al jazeera news